DISQUS SHORTNAME

.

Tuesday, September 17, 2013

Hadapi Semen Padang, East Bengal Unggul 1 gol di Leg pertama


Semen Padang melanjutkan langkahnya di AFC Cup sampai perempat-final, melawan East Bengal, wakil dari India, mereka bertamu ke kandang East Bengal tanpa diperkuat Wahyu Wijiastanto dan Esteban Vizcarra karena akumulasi kartu.

Sedangkan kubu tuan rumah yang didukung kurang lebih 25.000 suporter tidak menurunkan pemain tengah andalan mereka asal Jepang, Ryuji Sueoka, karena cedera. Dan laga ini merupakan partai kompetitif pertama bagi pelatih baru East Bengal, Marcos Falopa.

East Bengal yang tampil dengan formasi 4-4-2 mendapat tekanan dari tim Kabau Sirah meski laga baru saja dimulai, Semen Padang mendapat sepak pojok dan mampu ditanduk Pagbe, namun masih lemah untuk membobol gawang Gurpreet Singh Sandhu.

Semen Padang mampu menebar ancaman di awal laga, baru berjalan sepuluh menit, penjaga gawang Gurpreet Singh sudah harus menahan tendangan bertubi-tubi dari Nur Iskandar dan Edward Wilson.

Jandia tidak tampil begitu baik, terkadang tangkapannya kurang sempurna, tapi para pemain depan East Bengal belum bisa memaksimalkan hal tersebut. Hingga waktu tambahan dua menit usai, kedua tim masih belum mencetak gol.


Pada babak kedua, pertandingan dimulai dengan pergerakan East Bengal melalui kick-off, meski begitu tuan rumah tak lama menguasai bola, Yu yang bermain sebagai gelandang bertahan menjalani tugasnya dengan sangat baik dalam memotong bola.

Tuan rumah yang kehilangan sosok playmaker pada akhirnya memaksa turun Ryuji Sueoka yang kurang fit, ribuan suporter pun mulai bersemangat seiring masuknya Sueoka di menit ke-54. Semen Padang pun melakukan pergantian pemain, Elie yang tampak lelah digantikan dengan pemain bermental menyerang, Adi Bayauw pada menit ke-60.

Ribuan pendukung East Bengal dibuat tertegun melihat aksi Wilson yang melakukan solo run dan melesakan sepakan keras, tapi tiang gawang kokoh menahan tembakan Wilson. East Bengal juga bermain jauh lebih hidup dengan masuknya Sueoka.

Dan benar saja, Sueoka langsung memberi manfaat bagi tuan rumah, ia melesakan sepakan melengkung dari luar kotak pinalti setelah menerima bola mati dari Lobo, menit ke-72 The Red And Gold unggul 1-0.

Anak asuh Jafri Sastra mulai dirundung frustasi, beberapa tembakan sulit menemui sasaran, masuknya Bayauw ternyata kurang efektif karena tuan rumah mulai nyaman bertahan saat sudah mencetak gol.

Tambahan waktu tiga menit tak cukup bagi Semen Padang menyamakan kedudukan, Ryuji Sueoka tundukan Semen Padang lewat gol semata wayangnya. 1-0 kemenangan bagi East Bengal bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.



Sumber : http://www.goal.com/id-ID/match/110232/east-bengal-fc-vs-semen-padang/report

Saturday, September 14, 2013

MS Hidayat Sebut Chairul Tanjung Siap Kembangkan Mobil Listrik


Menteri Perindustrian MS Hidayat melihat, pengembangan mobil listrik nasional untuk komersil membutuhkan investor yang siap menanggung risiko bisnis.

"Saya sudah bicara dengan Presiden untuk kemungkinan pengembangannya. Presiden bertanya apakah bisa dimulai, lalu saya jawab bisa asalkan bertahap. Saya bilang kalau memang sudah berjalan (komersil) harus ada investor yang siap menanggung risiko bisnisnya," ujar MS Hidayat seperti dikutip Antara di Jakarta, Jumat (13/9).

Hidayat menyebut pengusaha nasional yang juga Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung menyatakan siap menjadi investor. Hanya saja, perlu disiapkan infrastruktur pendukungnya.

"Chairul Tanjung bilang siap. Tapi jika ingin benar-benar mengembangkan mobil listrik, kita tentu harus melengkapi infrastrukturnya dulu seperti tempat mengisi ulang baterai mobilnya, semacam SPBU. Kalau infrastruktur dan persyaratan secara publik sudah siap, barang kali produsen bisa memulai," ujarnya.

Menteri BUMN Dahlan Iskan sebelumnya telah meminta Kementerian Perindustrian mengeluarkan izin kelaikan mobil listrik nasional, agar mobil listrik tersebut bisa digunakan dan diperkenalkan dalam forum KTT APEC di Bali awal Oktober 2013.

Terkait hal itu Menperin mengatakan uji kelaikan merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan. "Saya katakan bahwa uji kelaikan itu dikeluarkan Kementerian Perhubungan. Kalau soal produksi secara massal itu baru di Kementerian Perindustrian. Tapi Pak Dahlan jangan khawatir, saya kira sebelum KTT APEC berlangsung izin kelaikan sudah akan keluar," kata Hidayat.



Sumber : http://www.merdeka.com/uang/ms-hidayat-sebut-chairul-tanjung-siap-kembangkan-mobil-listrik.html

Sunday, September 8, 2013

Habis dari Kazakhstan, SBY Bulatkan Tekad Pindahkan Ibukota RI

 Kota Astana, Kazakhstan

Sepulangnya dari Kazakhstan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, semakin membulatkan tekadnya untuk memindahkan Ibukota Republik Indonesia dari Jakarta. Kazakhstan adalah salah satu contoh negara yang sukses memindahkan ibukotanya.

“Kami membentuk tim kecil untuk mulai memikirkan kemungkinan pemindahan Ibukota kita, dalam arti biar pusat ekonomi, perdagangan, dan lain-lain tetap di Jakarta, tetapi pusat pemerintahan kita pindahkan di tempat yang lain,” kata Presiden SBY dalam keterangan pers di Hotel Grand Emerald, St. Petersburg, Rusia, Sabtu 7 September 2013, yang dilansir di laman resmi Presiden.

Tim ini sudah dibentuk SBY dari tiga tahun lewat. Waktu ide itu dikeluarkan, muncul berbagai pemikiran, debat wacana, tetapi Presiden SBY memilih diam. “Mengapa saya lebih memilih diam, karena kebiasaan di negeri kita ini apapun kalau muncul ide baru langsung didebat atau disalahkan. Sebaliknya kalau saya mengatakan tidak perlulah kita memikirkan pusat pemerintahan yang baru, tetap disalahkan juga,” katanya.

“Saya sungguh ingin memikirkan Jakarta 10, 20, 30 tahun lagi dari sekarang, apa yang akan terjadi. Oleh karena itu saya berpikir, dan ini tugas untuk presiden-presiden pengganti saya nanti, kalau memang secara ekonomi kita sudah kuat, pertumbuhan, GDP, income per kapita mendukung. Kemudian kalau memang tidak ada solusi yang baik untuk mengatasi permasalahan Jakarta, dan ada urgensi yang tidak bisa ditunda-tunda lagi, tidak keliru kalau kita memikirkan suatu tempat yang kita bangun menjadi pusat pemerintahan yang baru,” SBY menerangkan.

Presiden memberi contoh negara-negara yang sudah memisahkan pusat pemerintahan dengan pusat ekonomi, seperti Turki, Australia, dan Malaysia. “Saya kira banyak contoh di dunia yang dipisahkan. Tentu ada plus dan minusnya. Kalau nanti kita berpikir membangun pusat pemerintahan yang baru, kita pastikan Jakarta akan menjadi jauh lebih baik, dan pusat pemerintahan yang baru juga dapat berfungsi secara efektif," kata SBY.

"Pelajari apa yang terjadi dengan adanya Putra Jaya, sedangkan Kuala Lumpur juga masih bisa berfungsi dengan baik. Yang bisa kita petik adalah bahwa biayanya tentu tidak sedikit. Biaya ekonomi, dan barangkali juga biaya politik, biaya sosial dan sebagainya,” kata Presiden SBY. (Baca lebih jauh soal ini di Sorot Siapa Suka Pindah Ibukota)

Dalam kunjungan ke Astana, Ibukota Kazakhstan yang baru, Presiden dan delegasi sama-sama menyaksikan kota yang sangat khas dengan arsitektur yang luar biasa, teratur dan desain yang bagus, dan akhirnya berperan sebagai Ibukota yang ideal bagi sebuah negara.

“Tentu hal ini juga sangat ditolong oleh penduduk Khazakhstan yang jumlahnya 19 juta, sementara Kazakhstan luas wilayahnya lebih dari 2 juta kilometer persegi. Bandingkan dengan Indonesia yang berpenduduk lebih dari 240 juta, luas daratannya kurang lebih sama, 2 juta kilometer persegi, sedangkan yang 6 juta kilometer persegi adalah lautan. Tentu hal ini tidak mudah,” kata SBY.

Mendampingi Presiden saat memberikan keterangan pers, antara lain Ani Bambang Yudhoyono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menlu Marty Natalegawa, Mensesneg Sudi Silalahi, Mendikbud M Nuh, Menkeu Chatib Basri, Mendag Gita Wirjawan, dan Menperin MS Hidayat.
Sumber : http://nasional.news.viva.co.id/news/read/442401-habis-dari-kazakhstan--sby-bulatkan-tekad-pindahkan-ibukota-ri

Saturday, September 7, 2013

Semen Padang FC Bekuk Jawara Liga Singapura 2 - 0

Foto: Diguyur hujan deras, Semen Padang FC berhasil tekuk Tampines Rovers 2 - 0

Klub sepak bola Semen Padang taklukan juara Liga Singapura Tampines Rovers FC 2-0, dalam pertandingan persahabatan di Stadion H Agus Salim Padang, Kamis 5 September 2013.


Pertandingan yang direncanakan kick off pada pukul 19.00 WIB, terpaksa diundur. Sebab, hujan deras yang mengguyur Kota Padang. Laga persahabatan menjelang perempat final AFC Cup ini baru dimulai pukul 21.00 WIB. Dalam pertandingan ini disepakati, 70 menit untuk dua babak.

Tiga menit setelah wasit Eri Bastari meniup peluit panjang tanda babak pertama dimulai, Semen Padang menggetarkan gawang Tampines Rover. Tendangan keras mendatar oleh penyerang Semen Padang, Titus Bonai, tak bisa dibendung kiper Tampines Rover Andre Martins. Skor 1-0 untuk tim asal Kota Padang ini.

Pertandingan semakin hangat. Kedua tim saling serang. Pada menit ke-10, giliran juara liga Singapura itu yang mendapat peluang. Penyerang Tampines Jamil Ali nyaris merobek gawang Jandia Ekaputra. Umpan Alexander Duric dari sudut kiri pertahanan Semen Padang itu dipatahkan pemain belakang Semen PadangDavid Pagbe.

Pada menit 25, Pagbe kembali menyelamatkan gawang Semen Padang. Setelah, menahan tendangan Imran Sahib. Sepuluh menit sebelumnya, pemain Edwar Wilson ditarik keluar lapangan. Pemain depan Semen Padang itu digantikan Joshua Pahabol. 

Dua menit menjelang babak pertama usai, Vendry Mofu nyaris menambah koleksi gol untuk Semen Padang. Namun, tendangan salto di depan gawang Tampines Rovers mealaju di atas mistar. 

Menjelang wasit meniup peluit panjang, Tampines hampir menyamakan kedudukan. Tapi, tendangan keras Alexander Duric dari sisi kiri gawang, ditepis Jandia.

Usai turun minum, Semen Padang berhasil menggandakan keunggulannya. Pada menit 52, umpan lambung Titus Bonai dari sisi kanan pertahanan Tampines, berhasil dimanfaatkan Vendry Mofu lewat sundulannya. 

Pada babak kedua tersebut, banyak peluang yang didapatkan tim berjulukan Kabau Sirah itu. Salah satunya, tendangan Titus Bonai yang melebar ke sisi kanan gawang. Tendangan Vendry Mofu juga melajur di atas mistar.

Sebelumnya, Pelatih Semen Padang Jaftri Sastra mengatakan, uji coba internasional ini sangat dibutuhkan untuk mengembalikan kepercayaan diri tim dalam laga internasional. 

"Tim luar negeri membantu banyak aspek. Seperti mental dan team work. Pastinya ini akan kita manfaatkan dengan maksimal," ujarny.

Apalagi kata Jaftri, tim yang berjulukan Kabau Sirah ini sudah lama tidak mengikuti kompetisi internasional. "Kita ingin mengembalikan aura pertandingan internasional sebelum berangkat ke India menghadapi East Bengal," ujarnya.

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/09/06/099510860/Semen-Padang-Taklukan-Tampines-Rover-2-0
index